q bukanlah motifaator ulung seperti mario teguh atau motifator lain
apa yang q tulis di blog ini adalah apa yang ada di dalam pikiran n q bagi untuk pembaca sekalian
BANYUWANGI
- Nampaknya volume sampah di kota Banyuwangi semakin hari semakin
bertambah saja. Kondisi ini seiring dengan laju pertumbuhan penduduknya
yang pesat. Beruntung penanganan sampah menjadi prioritas bagi
pemerintah Banyuwangi, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).
Kepala DKP Banyuwangi, Arief Setiawan mengatakan, volume sampah yang
ada di kota Banyuwangi dan sekitarnya terus bertambah lantaran
bertambahnya juga pemukiman serta jumlah penduduk. Diperlukan manajemen
penanganan dan pengelolaan sampah yang tepat serta serius.
“Setiap hari yang kita proses mencapai 500 ton sampah, itu yang terlayani DKP
Belum lagi yang sisanya yang tak terlayani. Jumlah ini pada bulan-bulan
kemarau seperti sekarang ini, belum lagi pada musim penghujan
nantinya,” terangnya ditemui sunriseofjava.com, Kamis (31/10/2013).
Sementara itu volume sampah yang ada berasal dari tempat yang
berbeda-beda tidak mengacu pada titik-titik tententu yang mendominasi
berasalnya sampah. Seperti tempat-tempat perdagangan (pasar), pemukiman,
atau dari fasilitas-fasilitas umum yang intensitasnya berbanding sama.
Nantinya hasil dari pemerosesan sampah-sampah di TPA akan menjadi
beberapa macam yang bermamfaat. Diantaranya untuk jenis sampah organik
akan menjadi pupuk kompos (media tanam). Sedangkan sampah anorganik
setelah dipilah ada yang langsung di jual dan juga di daur ulang. Jika
berupa cairan seperti cairan lindi, akan dimanfaatkan sebagai pupuk
cair.
“Tak hanya pada penanganan langsung untuk mengurangi
volume sampah-sampah di Banyuwangi, melainkan juga dengan sosialisasi
dengan masyarakat melalaui pihak kecamatan dan pihak kelurahan agar
daerah kita bisa merdeka dari sampah,” pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar